Senin, 16 November 2009

School Vs. Dengkul

Carut marutnya pendidikan kita, lebih tepatnya system pendidikan Negara kita tampaknya akan terus berlangsung dalam beberapa decade mendatang. Kecuali kalau Menteri Pendidikan kita yang baru, Bapak Muhammad Nuh yang mantan rector ITS itu, benar-benar cendekiawan yang cakap dan “tahu” bagaimana meng-handle pendidikan Indonesia yang tepat.

Setuju?

Oke, saya lanjutkan.





Ngomong-ngomong soal system pendidikan, saya hanyalah seorang siswi sebuah SMU negeri di kota kecil, yang tentunya tidak mengetahui dengan persis kalau disuruh bicara soal pendidikan, saya ini-jujur-bukanlah pakarnya. Apalagi kalau ditanya tentang harapan dan solusi persoalan pendidikan yang muluk-muluk layaknya elite politik yang sedang berorasi, jelas saya bukan orangnya. Tapi saya akan mencoba mengupas secuil kecil wajah pendidikan Indonesia, dari kacamata seorang pelajar seperti saya ini.

SMU tempat saya menempuh pendidikan termasuk sebuah sekolah negeri yang favorit. Di Jawa Timur masuk 10 besar yang paling berprestasi, pernah menyabet kejuaraan-kejuaraan bergengsi. Tapi di dalam, banyak kebimbangan dan degradasi gairah belajar yang terjadi di sana adalah sunggguh mengkhawatirkan.
Saya coba untuk berpikir realistis. Sekarang, kurikulum apa yg sebenarnya diterapkan?
KBK, kurikulum Berbasis Kompetensi. Dan itu diterapkan kira-kira 2 tahun yang lalu, ketika saya masih duduk dengan rok pendek biru dan rambut dikuncir kuda. Menjelang SMA, berganti lagi jadi KTSP, alias Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Tak jauh beda sebenarnya dengan KBK, kedua kurikulum ini menekankan keaktifan siswa sebagai motor penggerak utama atau bahasa biologinya, precursor bagi kegiatan belajar mengajar ( untuk selanjutnya kita sebut KBM saja ya). Kurikulum ini, saya piker sangat bagus sekali dibandingkan kurikulum 1994 yang diterapkan Indonesia pada awalnya. Sedikit menghubungkan, kurikulum ini diadaptasi dari kurikulum barat yang modern dan mengasyikkan.

Bayangkan, guru datang, duduk, memberikan materi diskusi untuk seisi kelas, dan kemudian sambil mengawasi siswa-siswanya ribut mencari jawaban, menungggu sampai semua siap memaparkan hasil kerja kelompoknya. Semua dipakai, otak dan seluruh bagian dari tubuh ikut aktif. Keceriaan dalam kelas pu tercapai dan seperti apa yang pernah dikatakan Socrates:
Jika jiwamu dalam keadaan bahagia, maka pembelajaran akan melesat.

Toh yang terjadi bukanlah seperti itu. Ironisnya, kami semua kini mendapat kesan bahwa KTSP hanyalah embel-embel semata di depan buku penunjang yang telah kami bayar dengan mahal. Guru selalu mengoceh tanpa henti di kelas, menerangkan ini dan itu sementara kami hanya bisa mengangguk-angguk takjub ( takjub karena sama sekali ngga mudeng alias ngga nyambung sama sekali). Apa itu sinus-cosinus, apa itu konstanta Laplace, dari mana diferensial dan integral ditemukan dan mengapa bisa ditemukan pertama kali, itu semua tidak pernah dibahas. Selama hampir 12 tahun bersekolah, saya hanya belajar bagaimana cara mendapatkan dan menguasai hitungan yang rumit, hapalan rumus dan 25 macam asam amino, akar-akar, hokum dan persamaan yang diberikan sang guru. Tapi apa yang tidak pernah saya dapatkan dari system pendidikan kita adalah dari mana semua itu berasal, bagaimana intelegensia orang yang mampu menemukan ilmu-ilmu itu, dan yang paling gawat, hanya sedikit sekali teori yang telah saya pelajari, yang saya tahu kegunaan real-nya dalam hidup ini. Dan tugas-tugas terus bertumpuk, mata pelajaran yang banyaknya 12 lebih itu harus dijejalkan ke dalam otak dalam 1 minggu penuh… Dan saat pembagian rapor tiba, orang tua murid duduk berjajar, membanding-bandingkan nilai anak-anaknya, mengeluhkan ini dan itu, kenapa anaknya bodoh, kenapa anaknya tak pernah bisa mendapat nilai perfect di kelas…
Beginilah, kamuflase pendidikan Indonesia saat ini. Seperti fenomena iceberg ( gunung es ), hanya ujung masalah yang terlihat, tapi di bawahnya, menggantung bongkahan lainnya yang bukan kepalang besarnya.

Sekedar bahan perbandingan, jika 10 pelajar Australia dibandingkan dengan 10 pelajar Indonesia, ada 1 di antara 10 pelajar Indonesia yang katakanlah, super jenius. Tapi saat menengok para pelajar Australia, yang terlihat adalah 10 orang yang kemampuan intelegensia nya berbeda, namun dalam tingkat yang sama dan merata.
Silahkan direnungkan sendiri, ok!

Read More......

Rabu, 24 Juni 2009

Identity Crisist


Krisis ekonomi ??? sudah tuh, malah sering
Krisis moral ??? Itu mah dari tempoe doeloe !
Krisis budaya ??? Biasa...

Krisis Identitas??? Apa itu?


Lengkap sudah Indonesia malang-melintang memikul berbagai macam krisis yang, aduuhh, minta ampun beratnya. Krisis-krisis ini sperti efek domino : pergerakannya memicu pergerakan kawan-kawannya yang lain.

Lain zaman, lain tiran ( he..he..he..., lain ladang lain belalang kalee..). ungkapan ini pas betul merefleksikan krisis baru yang melanda negeri antah berantah ini. Sekarang sudah nggak jamannya lagi ngomongin soal krisis ekonomi di forum, lha wong krisisnya ada tiap hari. Muncullah sebuah krisis baru yang lebih ”elegan”. Diam-diam tapi ”mematikan.
Yup, KRISIS IDENTITAS.


Apa itu? Yah, menurut yang punya blog ini, krisis identitas lebih merupakan ketidak konsistenan sesorang dalam merefleksikan dirinya dan bla...bla...bla....( liat aja definisi lengkapnya di wikipedia hehe..) krisis ini menyerang negara-negara berkembang dan sejarang pun masih belum berkembang juga. Dengan kata lain, negara yang sedang dilanda kegelisahan dalam mencari jati dirinya, coz di negara ini tampaknya sudah jadi tradisi kalau si pandai terlalu ragu-ragu sedangkan si bodoh terlalu yakin. Ketimpangan inilah yang membuat Indonesia kehilangan orientasinya dalam melepas sandangan ”Negara Berkembang”.

Saya ambil contoh yang gampang aja yach. Nggak usah jauh-jauh ke United States segala, cukup langkahkan kaki ke negeri matahari terbit di seberang, Nihongo, alias Jepang, or Japan, atau kalo orang Malay bilang Jepun itu. Kenapa Jepang? Jepang adalah salah satu dari sekelumit negara yang telah sukses besar membudayakan budayanya. Mereka pioneer teknologi yang hebat. Hebat di sini adalah mereka bisa menjadi ras dengan peradaban tinggi tapi masih aja tetep bisa mengedepankan budayanya dengan disokong oleh canggihnya teknologi.
Kombinasi yang unik kan? Malah bisa dibilang jenius bin smart.

Kimono dan yukata yang tadinya punya ”wong ndeso thok” pun disulap jadi model pakaian yang keren dan digandrungi anak-anak mudanya. Ini berimbas pada negara-negara lain yang kini mulai berkiblat pada para trendsetter Japaneese style di sono. Harajuku style juga semakin banyak digunakan artis-artis top. Tradisi chanoyu ( minum teh ) juga merambah restoran-restoran mewah. Belum lagi makanannya, entah itu sushi atau teriyaki, banyak bule-bule pada suka.

Indonesia? Wah, jangan ditanya. Kebanyakan rumah mode, toko-toko pakaian, distro, yang dipajang mah baju-baju yang berbau luar bangeets...! mulai dari jeans aneka model, t-shirt, you-can-see ( apa lu liat-liat ?), tuxedo, gaun, dan seterusnya…dan seterusnya. Pokoknya nggak banyak yang mencerminkan identitas bangsa. Kemana-mana enakan pake jeans + t-shirt. Kebaya mulai jadi alternatif kedua pas mo ke pesta. Ya meskipun kini banyak bermunculan desainer terkenal yang mengusung tema traditional gown, tetep aja penduduk Indonesia yang sekian ratus juta jiwa itu masih aja ada yang belum dengar kalau misalnya ada desainer sekaliber Anne Avantie yang suka produksi baju-baju tradisional Jawa. Bahkan dulu saya sempat dengar sepupu saya waktu kami ke Yogya bilang : ”Keren banget tuh orang, pake kimono kayak orang Jepang.” trus pas ada ibu pake kebaya dia ganti bilang :”Kayak orang mo ke kondangan aja.”

Sepupu saya memang tidak patut disalahkan. Kebanyakan dari orang kita punya prinsip kalau segala sesuatu tuh harus asli, original, adanya gitu ya kayak gitu. Ini terbawa sampai ke dunia enterpreneur. Jeleknya kita adalah ini, bro! Kita lebih suka memasarkan sesuatu apa adanya. Sehingga nggak salah kalau banyak comment bermunculan dari orang-orang kayak sepupu saya tadi! Ini yang membuat budaya kita kurang laku. Kalau ingin lagu tembang-tembang jawa disukai pasar, bikin yang pake dimodif sendiri, ditambahin rapper atau apa, kek. Kalau ingin rujak petis sama soto betawi nongol di daftar menu Mc Donnald, bikin racikan olahan yang baru, yang cepat saji en cocok di lidah bule-bule. Jangan produk mentah dilempar ke pasar. Pantes aja kita kena krisis identitas.
Ya nggak...???


Read More......

Jumat, 19 Juni 2009

L'Arc~en~Ciel, Album Kompilasi

Minna-san...! Postingan kali ini dalah semua album kompilasi yang pernah dilahirkan Laruku. Misalnya Clicked Sibgle Best 13, adalah 13 lagu pilihan penggemar Laruku ( di Jepang sono...T_T ..) Yup, lagu-lagu ini tentu aja bisa ditemukan di dalam album-album Laruku di potingan terdahulu ( ya iya lah...namanya juga kompilasi..). Oke, check this out !!!


(maaf, link untuk download sementara belum ada bro...)


ALBUM KOMPILASI


Ectomorphed Works
(2000)



Larva

Trick

Fate

Kasou

Shinshoku ~ Loose Control

A Swell in the Sun

L'Heure

Cradle

Shinjitsu to Gensou to

Metropolis



Clicked Single Best 13
( 2001 )



Blurry Eyes


Flower

Lies and Truth

Niji

Winter Fall

Dive to Blue

Honey

Heaven's Drive

Pieces

Driver's High

Neo Universe

Stay Away

Anemone


The Best of L'Arc~en~Ciel 1994-1998
( 2003 )



In The Air

Blurry Eyes

Vivid Colors

And She Said

Natsu no Yuutsu

Kaxe ni Kienaide

Flower

Lies and Truth

Caress of Venus

The Fourth Avenue Cafe

Niji

Winter Fall

Shout at The Devil

Fate

Anata



The Best of L'Arc~en~Ciel 1998-2000
( 2003 )



Dive to Blue

Honey

Shinshoku ~ Loose Control

Kasou

Snow Drop

Forbidden Lover

Heaven's Drive

Pieces

Trick Trick

Driver's High

Love Flies

Neo Universe

Finale

Stay Away

Get Out From The Shell




The Best Of L'Arc~en~Ciel
( 2003 )



Brilliant Years

Anata no Tame ni

I'm So Happy

Sayonara

Sai wa Nagerareta

The Ghost in My Room

Metropolis

Peeping Tom

A Swell in The Sun

Kasou ( MIX )

Hole

Get Out From The Shell




Dune 10th Anniversary Edition



Shutting From The Sky

Voice

Taste of Love

Entichers

Floods of Tears

Dune

Be Destined

Tsuioku no Joukei

As If In A Dream

Ushinawareta Nagame

Yasouka

Yokan



15th L'Anniversary Live Tokyo Dome



Apresentation

The Fourth Avenue Cafe

Caress of Venus

Vivid Colors

Talk-interview

White Feathers

Neo Universe

Honey

Stay Away

Heaven's Drive

Dive to Blue

Love Flies

Kasou

Finale

Shinshoku ~ Loose Control

Anemone

Flower

Snow Drop

Driver's High

Ibara no Namida

Interview

New World

Jyoujyoushi

Killing Me

Ready Steady Go

Link

Talk

Niji



Read More......

L'Arc~en~Ciel Trhough d' Albums

Fiuh...akhirnya!!! Setelah sekian lama bro...ngumpulin lagu-lagu Laruku yang albumnya sendiri ada 13 lebih itu ( belum ditambah ma single-single and album kompilasi, ost anime, dsb..). Ini dia...

(hehehe...maaf belum ada link untuk download sementara ding..)

DUNE
( 10 April 1993 )

Shutting From the Sky

Voice

Taste of Love

Ushinawareta Game

Floods of Tears

As If In A Dream

Be Destined

Dune

Entichers

Tsuioku no Jokei



TIERRA
( 14 Juli 1994 )

In the Air

All Dead

Blame

Hitomi ni Utsuru Mono

Wind of Gold

Blurry Eyes (DNA2)

Inner Core

Nemuru ni Yosete

Kaze no Yukue

White Feathers




HEAVENLY
( 1 September 1995 )

Still I'm with You

Vivid Color

C'est la Vie

And She Said

Garasu Dama

Secret Signs

Natsu no Yuutsu

Cureless

Shizuka no Umi de

The Rain Leaves a Scar




TRUE
( 12 Desember 1996 )

Fare Well

Kaze ni Kienaide

Flower

I Wish

Caress of Venus

Round and Round

Good Morning Hide

The Fouth Avenue Cafe

Lies and Truth

Dearset Love




HEART
( 25 Februari 1998 )

Winter Fall

Shout at the Devil

Milky Way

Anata

Loreley

Singing in The Rain

Niji

Birth !

Promised Land

Fate



ARK

( 1 Juli 1999 )


Forbidden Lover

Heaven's Drive

Driver’s High

Shinjitsu to Gensou To

Cradle

Dive to Blue

Larva

Butterfly’s Sleep

Perfect Blue

What is Love

Pieces




RAY
( 1 Juli 1999 )


Shi no Hai

It's the End

Sell my Soul

L'Heure

Ibara no Namida

Trick Trick

The Silver Shining

Snow Drop

Kasou

Shinsoku~Loose Control


REAL
( 30 Agustus 2000 )


Get out from the Shell

Route 666

All Year Around Falling in Love

The Nephentes

Neo Universe

Bravery

Love Flies

Finale

Stay Away

Time Slip

A Silent Letter


SMILE
( 31 Maret 2004 )
Ready Steady Go

Lover Boy

Feeling Fine

Hitomi no Jyuunin

Spirit Dream Inside

Revelation

Time Goes On

Coming Closer

Eien

Kuchizuke


AWAKE
( 22 juni 2005 )

New World

Jojoushi

Jiyuu e no Shoutai

Twinkle Twinkle

Killing Me

Good Morning Hide

Trust

My Dear

Hoshizora

Lost Heaven

As One

Exixtence

Ophelia


KISS

( 21 November 2007 )


Seventh Heaven

Pretty Girl

My Heart Draws A Dream

Umibe

Spiral

Yuki no Ashiato

Alone en La Vida

Daybreak’s Bell

Black Rose

Link ( MIX )

Sunadokei

Hurry Xmas

Read More......

Rabu, 17 Juni 2009

L'Arc~en~Ciel, One Day I Heard Them


Suatu hari...pas aku lagi kurang kerjaan ( pada waktu itu liburan semester kelas 1 SMP ), iseng-iseng aq nonton serial anime Samurai X ~ Rurouni Kenshin. Aku yang dibesarkan tak lepas dari pengaruh kakak perempuanku yang jauh lebih tua itu, memang sudah suka, sangat suka anime Jepang, terutama saat itu gara-gara Gundam dan Saint Seiya. Ehehe...kok jadi ngomongin anime ya? Back to our topic, trus aku yang melongo nonton si batoshai pembantai itu, kaget pas denger OST nya yang berjudul The Fourth Avenue Cafe....

Waktu itu, aku masih belum konsisten suka band Jepang mana. Yang aku tahu, OST anime biasanya bagus-bagus, so cuma dari sanalah aku aq tahu lagu-lagu Jepang. Mana alirannya masih campur aduk : rock, pop, jrock, jpop, R&B....wkwkwkwkwk...
akhirnya, karena sudah pusing cari tahu lagu band apakah si "The Fourth Avenue Cafe" itu, aku putuskan- kalah dan menyerah- mendengarkan begitu saja lagunya tiap hari. Waktu itu tahun 2003-an dan aku masih belum aktif di cyber world seperti sekarang, jadi mencari tahu nama band OST anime saja sungguh suatu pekerjaan yang amit-amit bikin capek!
Fuuh...tak disangka, menginjak kelas 1 SMA, seorang teman sekelasku yang kebetulan saat itu mendengarkan lagu yang kuputar di MP4 ku menatapku sambil berkata dengan tanpa dosa : "Hei, itu kan lagunya Laruku..." Whoa.. Langsung, sepulang sekolah, aku meminjam PC kakak di kamar, mengetikkan keyword Laruku di websearch, dan...walaaa....KAKKOI....!!!

I Love L'arc~enCiel..!

Oke, mulailah aku berburu album-album Laruku, yang semuanya berjumlah 15 lebih itu. Sore wa yokatta ne...Pekerjaan yang menyenangkan! Oh, tiap hari kuputar keras-keras di kamar, tanpa menggubris ibu yang berteriak-teriak "Lagu gak bisa didengerin!!!!"
Ohoho...menyebalkan memang. Apalagi di kelas, penggemar lagu lagu Jepang bisa dihitung pake jari. Satu penggemar Jrock ( yaitu aku ), 1 lagi penggemar Jpop ( namanya Fenty ), dan 1 lagi masih belum diketahui jelas apa alirannya ( namanya Betty )....hehehe...gomen Bet..
yang palin bikin aku jengkel, si ketua kelas kami yang suatu hari buka-buka folder lagu-lagu Laruku di SGH-E250 ku, trus dia bilang dengan nada yang ( sangat ) menjengkelkan :"Lagu apa tuh...L-Kancil..." Wawawawawawa.......T_T hiks...hiks... aku maklum, di kota kecil kami L'Arc~en~Ciel bukan band yang bisa dibilang terkenal.
Begitulah suka-dukaku mengenal Laruku. Mengenalkan mereka pada teman-teman bukan hal yang mudah. Meski tiap hari di kelas aku selalu berusaha memutar Link (single Laruku yang paling kusuka!), loud speaker handphoneku masih kalah keras dengan punya si ketua kelas...( oke, suatu saat aku akan beli megaspeaker yg paling keras...hoho.. )
Sampai sekarang kalo ditanya kenapa suka Laruku, aku pasti bilang : Mereka sangat welldone, profesional, tak banyak cakap, sportif, punya sesuatu yang benar-benar khas ( apalagi yang kusebut dengan tarikan falsetto-nya hyde )... Apa yang kukagumi dari mereka adalah : mereka berangkat dari apa yang mereka sebut dengan "mimpi" atau yume itu.
Ja, matta ne..! ~ 666

Read More......